Rabu, 30 Maret 2016

MCBerita - Nusron Wahid: Saya Sudah Setor KTP untuk Dukung Ahok, Dia Punya Nyali

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyatakan dukungannya terhadap bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor ini menyatakan sudah menyetor salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk dukungan untuk Ahok.

 
MCBerita
Ahok - Nusron Wahid


"Saya mendukung. Kalau saya, sudah setor KTP," kata Nusron yang juga mantan anggota Fraksi Partai Golkar DPR ini di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/3/2016). Dia menyatakan Ahok punya nyali untuk melawan pelanggaran-pelanggaran di Jakarta. Nusron sangat menghargai orang dengan karakter seperti itu.

"Saya termasuk orang berani, tapi belum tentu saya punya nyali seperti beliau," kata Nusron. Sebelumnya, GP Ansor DKI juga mendorong Ahmad Dhani sebagai bakal calon gubernur DKI. Sebagai mantan Ketua Umum GP Ansor, Nusron menyerahkan pilihan kepada masing-masing anggota GP Ansor saja.

"Ya kalau Dhani didukung ya didukung, kalau bisa maju. Itu urusan teman-teman. Orang Ansor ini banyak, ada yang senang Dhani silakan senang Dhani. Kalau saya senang Pak Ahok, ya saya senang Pak Ahok," kata Nusron.
Menurutnya, kristalisasi-kristalisasi pilihan bakal terjadi jelang Pilgub DKI 2017. Namun demikian, Nusron belum menanyakan langsung ke GP Ansor DKI soal pilihan dukungan ke bakal calon untuk Pilgub DKI 2017.

Selasa, 29 Maret 2016

MCBerita - Pria Bertato Tewas Ditangan Wanita

MCBerita


MCBerita, Sidrap - Maming (45), Warga Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan tewas dengan luka bacok di sekujur tubuh. Pria bertato itu meregang nyawa oleh seorang wanita yang hendak diperkosanya Yakni RM (24), yang juga bekerja sebagai sales kosmetik, Selasa (29/3/2016). 

MCBerita
Ilustrasi

 

Di depan penyidik, pelaku menuturkan peristiwa itu bermula saat dirinya menerima pesan singkat melalui short massage service (SMS) dari korban yang menyinggung perasaannya."SMS saya terima tengah malam. Saya diajak oleh dia (korban) untuk berhubungan badan.
 Saat saya tolak, malah dituduh sebagai perempuan nakal dan menghina keluarga saya. Itu yang tidak bisa saya terima," katanya Meski sempat dilarang oleh orang tuanya, pelaku kemudian berupaya menemui korban yang tinggal di Kompleks SPP NEG Snagma 1 Kulo, untuk mempertanyakan pesan singkat yang dikirim korban padanya.

Bukannya mendapat jawaban, pelaku justru mendapat pelakuan tidak senonoh dari korban.
"Saya dipeluk pelaku. Juga diraba dan hendak memperkosa saya. Saya memberontak dan berusaha melawan," akunya.

Saat itulah, kata pelaku, tanpa sengaja dia mendapat parang panjang milik korban dan langsung mengarahkan ke korban hingga berkali-kali. Korbanpun tewas di lokasi kejadian. "Saya pulang ke rumah setelah kejadian itu dan kemudian menyerahkan diri ke polisi," jelasnya.

Sementara, Halimah ibu pelaku mengaku sempat mencegat putri sulungnya itu saat akan mendatangi korban. Tapi tidak dihiraukan oleh pelaku. Namun Halimah tidak menyalahkan putrinya karena pelaku sudah kerap memperlakukan anaknya itu secara tidak sopan.

"Anak kami itu (pelakul) tulang punggung. Dia banyak membantu karena kami hanya menggantungkan hidup dari hasil berkebun. Mungkin karena tiap hari anak kami pergi jualan kosmetik sehingga dianggap perempuan tidak benar," ujarnya.

Terpisah, Kapolres AKBP Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata mengatakan, pelaku telah ditahan pihaknya. Sementara keluarganya yang tinggal di rumah kebun tak jauh dari kediaman korban, ikut diamankan untuk menghindari amuk keluarga korban.

"Motifnya sementara sesuai keterangan pelaku yang mengaku menghabisi korban lantaran merasa terancam dan hendak diperkosa oleh korban. Tapi masih tetap kita dalami," pungkasnya.

Senin, 28 Maret 2016

MCBerita - Pria Tak Sengaja Bunuh Kekasihnya dengan Mentimun

MCBerita


MCBerita, Mannheim - Seorang pria diseret ke pengadilan setelah tak sengaja membunuh kekasihnya dengan menggunakan mentimun yang dijadikan keduanya sebagai alat bantu seks.

Mentimun

 

Oliver Dietmann, 46, menjalani persidangan di Mannheim, Jerman, dan terancam hukuman lima tahun penjara jika terbukti bersalah. Seperti dikutip Metro.co.uk, Rabu (24/2/2016), keduanya mengonsumsi empat botol minuman anggur sebelum berhubungan seks.

Oliver kemudian mengeluarkan sebuah mentimun untuk mencoba memuaskan kekasihnya, Rica Varna.  "Saya memasukkan (mentimun) ke mulutnya. Tapi tiba-tiba saya melihat asap dari dapur. Saya lupa saya meletakkan daging di atas kompor untuk anjing saya," tutur Oliver.

Panik, Oliver berlari ke dapur dan mengambil daging yang hampir gosong itu. Ia memberi makan anjingnya dan menyalakan sebatang rokok di beranda. Saat kembali ke kamar, Rica sudah tak sadarkan diri. "Saya mencoba mengeluarkan potongan mentimun dari mulutnya, tapi sangat sulit," ucap Oliver.

Autopsi menunjukkan kandungan alkohol dalam tubuh Rica empat kali lebih tinggi dari batas legal. Tim medis mengatakan korban tak bisa bernapas setelah mentimun tersangkut di tenggorokannya.

"Seharusnya tersangka mengetahui dia tidak boleh meninggalkan kekasihnya seorang diri dalam waktu cukup lama," ujar jaksa Reinhard Hoffman. Rica diduga tak bisa mengeluarkan mentimun dari mulutnya karena terlampau mabuk.

Minggu, 27 Maret 2016

MCBerita - Siap Terjun dari Puncak Monas, Ini Kata Habiburokhman

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Habiburokhman membuat heboh netizen dengan cuitan di akun Twitternya @habiburokhman. Dalam salah satu cuitannya, dia mengatakan siap terjun bebas dari puncak Monas jika relawan Basuki Tjahaja Purnama berhasil mengumpulkan cukup KTP sebagai syarat membawa Ahok maju ke Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017.

MCBerita
Ketua DPP Gerinda Habiburokhman

 

Saat dikonfirmasi Habiburokhman membenarkan itu adalah cuitannya. “Soal twitter, memang akun @habiburokhman adalah akun saya, dan yang saya sampaikan memang benar seperti tertulis disitu,” kata Habiburokhman yang menjabat  Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, Minggu 27 Maret 2016.

Habiburokhman mengaku memiliki alasan menulis cuitan itu. “Melihat perkembangan kemarin, saya semakin yakin kalau KTP dukung Ahok memang tidak akan cukup untuk pencalonan.”Dia mengatakan jumlah KTP yang disebut di situs Teman Ahok mencapai 200 ribuan. Menurutnya angka tersebut hanya klaim sepihak.

 “Jika itu angka benar, pasti Teman Ahok umumkan juga daftar pemberi KTP di website mereka, apa susahnya bagi mereka mengumumkan nama-nama itu,” kata dia. Selain itu, Habiburokhman berpendapat Ahok semakin sibuk melakukan lobby dengan sejumlah partai politik. “Kelihatan sekali dia mulai panik karena tahu KTP tidak akan cukup. Agaknya Teman Ahok cuma dijadikan bargain politik.” 

Menanggapi komentar Ahok atas kalimatnya di Twitter, Habiburokhman menyarankan Ahok fokus pada kasus yang sedang dihadapi. “Saya dengar Ahok nyatakan siapkan ambulans (untuk saya), saya saran tak usah repot-repot,” ujarnya.

Menurut Habiburokhman, ada baiknya Ahok lebih memperhatikan kasus dugaan korupsi lahan Sumber Waras yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Ahok konsentrasi saja fitting rompi oranye terkait Sumber Waras, yang sangat mungkin segera ada tersangka. Kalau belum punya rompi oranye akan saya cari dan sumbangkan untuk dia.”

Sebelumnya Habiburokhman meminta publik tidak salah kaprah soal pernyataannya di twitter. Sebagai informasi, cuitan Habiburokhman yang ramai dibincangkan itu muncul bersama 11 kicauan lainnya yang mempertanyakan jumlah KTP untuk Ahok.

"Saya sudah yakin yang akan ramai adalah tweet ke-12, tapi intinya seharusnya Ahok maju sebagai calon independen saja kalau KTP-nya cukup, jangan maju lewat parpol (partai politik)," kata Habiburokhman.

Untuk maju melalui jalur independen, Ahok harus memenuhi syarat yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), yaitu menggalang dukungan hingga minimal 7,5 persen dari total daftar pemilih tetap. Di DKI Jakarta, jumlah itu setara dengan 532.210 pemilih. Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, sempat mengatakan sudah terkumpul 630 ribu KTP per 25 Januari 2016.

Sabtu, 26 Maret 2016

MCBerita -Bejat Ayah Tega Hamili, Aborsi dan Jual Anak Kandungnya

MCBerita


MCBerita, MATARAM - AS (41) warga yang berdomisili di Ubung, Bali, dibekuk petugas kepolisan Polda NTB karena diduga telah menggauli anak gadisnya yang masih berusia 15 tahun hingga hamil, mengaborsi lalu menjual anaknya pada laki-laki hidung belang.

MCBerita
Ilustrasi Kejahatan

 

"Polda NTB telah menangani dugaan tindak kekerasan anak di bawah umur, aborsi dan perdagangan orang," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB, AKBP I Putu Bagiartana, Sabtu (26/3/2016). Bagiartana mengatakan, dugaan kekerasan seksual terhadap anak ini terjadi sejak tahun 2015 saat korban SA (15) tinggal bersama ayahnya di Bali.

Ia menceritakan, awalnya korban tinggal bersama neneknya di Lombok Timur setelah ayah dan ibunya bercerai. Tahun 2015, pelaku datang ke Lombok dan melihat anak gadisnya sudah berajak remaja. Pelaku pun lalu kembali ke Lombok untuk kedua kalinya dan mengajak korban ke Mataram.

Namun bukannya diajak ke Mataram korban justru dibawa ke Denpasar, Bali tanpa sepengetahuan pihak keluarga. "Sampai di Denpasar Bali, anak ini digauli berulang kali sampai hamil," kata Bagiartana.
Setelah dinyatakan positif hamil, tersangka berusaha menggugurkan kandungan anaknya dengan memaksa meminumkan berbagai jenis ramuan sampai kandungan anaknya gugur.

Setelah gugur dan korban dinyatakan sehat, bukannya merasa kasihan, pelaku justru menyuruh korban untuk melayani laki-laki hidung belang di sekitar wilayah Denpasar."Hasil dari melayani laki-laki diserahkan kepada orang tuanya (ayah). Nah orang tuanya menggunakan uang itu untuk keperluan hidup sehari-hari, bermain judi dan minum-minum," kata Bagiartana.

Kondisi ini dilalui korban berbulan-bulan lamanya, hingga akhirnya korban memberanikan diri untuk kabur dan kembali ke Lombok. Korban lalu melaporkan kejadian sebenarnya kepada polisi. Polisi lalu melakukan penyelidikan."Dari hasil penyelidikan, kasus itu ternyata lokasi kejadiannya di wilayah Polda Bali.

 Maka atas koordinasi dengan penyidik Polda Bali, hari ini rencananya akan dilimpahkan ke Polda Bali," terang Bagiartana. Akibat perbuatan kejinya, pelaku terancam dihukum dengan pasal berlapis diantaranya UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang kekerasan seksual terhadap anak, UU Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 2 tentang perdagangan manusia dan Pasal 347 KUHP tentang aborsi.

Jumat, 25 Maret 2016

MCBerita - Di Era Ahok, Pegawai Taman Digaji Setara UMR

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Tuti Maryati, pegawai harian Lepas (PHL) Taman Balai Kota mengaku digaji lebih layak atau setara UMR setelah Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta.

 

MCBerita
pegawai taman yang sedang merawat dan membersihkan taman


Selama 17 tahun menekuni profesi sebagai pegawai taman, Tuti hanya menerima upah sebesar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per hari. Kenaikan upah yang diberikan Ahok justru membuat banyak orang ingin menjadi pegawai taman. 

Sekarang jamannya Pak Ahok gaji saya paling tinggi 3.100.000, jadi banyak orang yang mau daftar jadi pegawai taman," kata Tuti di acara Trending Topic Metro TV, Jumat (25/3/2016)

Nama Tuti mendadak terkenal, setelah aksinya melabrak pendemo sopir taksi, yang mengencingi dan menginjak-nginjak Taman Balai Kota. Atas keberaniannya, Ahok menghadiahi Tuti sebuah smartphone.

Melalui telepon pintar itu, Tuti kini sudah memiliki akun sosial media. Dia bakal mengupload ke twitter maupun instragram siapa saja yang merusak Taman Balai Kota.

Sampai berita ini dibuat, akun twitter atas nama @tutijuragantam sudah memiliki 177 follower. Sedangkan, akun instagramnya, @tutijuragantaman jumlah follower sudah mencapai 4635.

 "Saya belum pakai handphonenya, mudah-mudahan bisa pakainya," terang Tuti diringi tawa.

Kamis, 24 Maret 2016

MBCerita - Supir Taxi Dipaksa Demo, 51% Saham Taksi Expres Milik Sandiaga Uno

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Jakarta, Lensaberita.Net - Ruhut Sitompul rupanya mengetahui siapa dalang di balik demo akbar sopir taksi konvensional, Selasa (22/3). Menurut Ruhut, pimpinan merekalah yang menyuruh mereka turun ke jalan menggelar orasi.

 
MCBerita
 51% Saham Taksi Expres Milik Sandiaga Uno


Politikus Partai Demokrat ini tak asal bicara. Sebelum demo dimulai, Ruhut sudah mengetahui lebih dulu informasi itu, siapa dalang yang mengerahkan massa. Itu diketahuinya saat harus menuju ke Bandara Soekarno Hatta pagi buta. Dari situ Ruhut tahu bahwa bos mereka sendiri yang meminta agar turun ke jalan.

"Aku jam 4 subuh harus ke bandara. Pesanlah taksi aku, si sopir ngasih tahu kalau akan ada demo. Dia bilang, mereka dipaksa untuk berdemo," ujar Ruhut saat menjadi bintang tamu di Indonesia Lawyers Club (ILK), Selasa malam.

Mendengar curhat si sopir itu, Ruhut menyarankan agar dia tidak ikut demo itu, yang dinilainya tidak bermanfaat. "Kalau nggak mau nanti mereka dipecat. Mereka ini dipaksa untuk berdemo. Dapat uang Rp 100 ribu satu orang. Udah jangan pada bohong, ngaku sekarang kalian (sopir) kalau disuruh (turun ke jalan). Jadi bohong itu yang bilang dia nggak mengerahkan," tepis Ruhut. (jpnn)

Taxi Expres 51% Milik Sandiaga

Perusahaan investasi Indonesia milik konglomerat Sandiaga Uno, Saratoga Investama Sedaya, mengambil alih 51 persen saham operator taksi PT Express Transindo Utama Tbk dari Grup Rajawali Corpora dengan nilai kesepakatan mencapai US$ 98,2 juta atau setara dengan Rp 1,26 triliun.

"Saratoga Investama Sedaya dan Rajawali Corpora telah menandatangani kesepakatan untuk Saratoga untuk mengakuisisi sekitar 1,094 miliar saham Express Transindo Utama dari Rajawali Corpora," ujar Direktur Saratoga Andi Esfandiari dalam keterangan resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, dikutip Sabtu (18/4/15).

Sebelumnya, Presiden Direktur Saratoga Investama Sedaya Sandiaga Uno menuturkan perusahaannya mengalokasikan US$ 150 juta untuk berinvestasi di sektor konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam. Khusus untuk sektor konsumen porsinya mencapai US$ 100 juta atau 66,67 persen dari total belanja modal 2015.

Express adalah operator taksi terbesar kedua di Indonesia, dengan armada lebih dari 10 ribu taksi dan tenaga supir lebih dari 18 ribu secara nasional. Perusahaan ini juga menawarkan layanan transportasi lainnya, termasuk penyewaan bus dan layanan limusin.

Express melaporkan penurunan 11 persen laba kuartal pertama, menjadi Rp 118 miliar, dari Rp 133 miliar pada periode yang sama tahun lalu, karena biaya yang meningkat. Setelah akuisisi selesai, Express akan bergabung dengan perusahaan Saratoga lainnya, seperti Adaro Energy dan operator menara seluler Tower Bersama. (CNN Indonesia 2015)

Rabu, 23 Maret 2016

MCBerita - Kodok dan Kecebong Istana Saja Ketawa Lihat Rambut Ahmad Dhani

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai, musisi Ahmad Dhani seharusnya malu memberikan penilaian negatif terhadap para pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dhani sebelumnya menyebut partai politik pendukung Ahok merupakan penjilat.


MCBerita
Ahmad Dani


Ruhut diketahui merupakan salah satu pendukung Ahok pada Pilkada DKI 2017. "Malu dia seharusnya, merasa superstar. Dhani itu enggak usah dikomentarilah, enggak level dia," kata Ruhut saat dihubungi, Rabu (23/3/2016).

Mantan suami Maia Estianty yang hendak maju pada Pilkada DKI itu diminta Ruhut untuk mengukur diri. Sebab, Dhani dianggap tak memiliki modal politik yang cukup untuk maju sebagai calon gubernur DKI.
"Enggak ada kaca apa di dekat dia? Lihat rambut di kepala dia saja, kodok dan kecebong Pak Jokowi di Istana Bogor bisa ketawa termehek-mehek mereka," ujar dia.

Daripada ikut kontestasi Pilkada DKI, anggota Komisi III DPR itu menyarankan agar Dhani lebih menekuni dunia tarik suara. Dhani diminta untuk kembali menciptakan lagu spektakuler agar grup musiknya kembali bersinar.

Sebelumnya diberitakan,  Ahmad Dhani menilai parpol yang mendukung Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017 adalah partai penjilat. Pasalnya, calon petahana itu akan kembali maju melalui jalur nonpartai atau independen.

Selasa, 22 Maret 2016

MCBerita - Ahok : Kami Ingin Memenangkan Rakyat yang Percaya Demokrasi

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Basuki T Purnama (Ahok) memastikan diri maju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta lewat jalur independen alias non partai politik. Akan tetapi pria yang kini masih menjabat Gubernur DKI Jakarta itu bukan bermaksud tidak percaya atau mengesampingkan partai politik.

 
MCBerita
Basuki T Purnama (Ahok)


Menurut Ahok fenomena yang terjadi saat ini bukanlah menghilangkan peran parpol atau yang sering disebut deparpolisasi."Yang terjadi saat ini sebenarnya kita mau memenangkan warga rakyat yang masih percaya pada demokrasi untuk kehidupan lebih baik.

Rakyat hanya sedikit kurang percaya pada orang-orang yang ada di parpol,"kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2016). Partai politik, kata Ahok, muncul karena Republik Indonesia memilih sistem demokrasi sejak awal didirikan.

Hanya saja, saat ini orang mulai ragu dengan pengurus, kader ataupun orang yang diajukan oleh partai politik itu sendiri. Sehingga dalam perjalanannya kemudian dikeluarkanlah undang-undang yang memungkinkan calon independen maju Pilkada.

Bahkan kini partai politik pun sah-sah saja bila mendukung calon independen. Dia sendiri sudah didukung oleh Nasdem meski menegaskan tak bergabung di partai itu."Bukan berarti kita tidak percaya parpol loh, Kalau Anda mau demokrasi harus parpol.

Hanya saja orang mulai ragukan yang berkuasa di dalam parpol nih, makanya mereka dan parpol seperti itu. Makanya dikeluarkan oleh undang-undang boleh independen. Jadi independen ini juga merupakan dari demokrasi,"tutup Ahok.

Senin, 21 Maret 2016

MCBerita - Terima kasih Sudah Bantu Buktikan Ahok Masih Cukup Sopan kok

MCBerita


MCBerita -  "Terima kasih Om Ridwan Kamil. Kamu sudah bantu buktikan kalo Ahok masih cukup sopan kok. Sekasar-kasarnya dia, cuma mulutnya yang tajam. Support RK!"



MCBerita
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mencontohkan bagaimana dia memegang pipi Taufik Hidayat, sopir gelap yang mengklaim ditampar, Senin (21/3/2016)

Kata-kata di atas adalah cuitan seorang netizen yang memiliki akun @hariadhi yang saya kutip dari sini dimana netizen tersebut mengomentari kasus tuduhan terhadap Ridwan Kamil yang dilaporkan telah menganiaya seorang sopir angkot. 

Aya aya wae netizen teh... Walikota Bandung yang dituduh, mulut Ahok dibawa-bawa. Seperti yang diberitakan oleh banyak media, walikota yang sering dipanggil Kang Emil ini dilaporkan Taufik Hidayat, 42 tahun, ke Kepolisian Daerah Jawa Barat atas tuduhan penganiayaan. Kasus bermula saat Taufik, sopir angkot ilegal yang sedang menunggu penumpang di shelter bus di alun-alun Kota Bandung, Jumat, 18 Maret 2016, ditegur oleh Kang Emil.

 Ketika itu pula lah peristiwa dugaan penamparan terhadap Taufik terjadi. Karuan saja aksi Walikota Bandung ini menuai banyak komentar di medsos. Di antaranya cuitan yang membanding-bandingkan Ridwan Kamil dengan Ahok, Gubernur DKI, di atas. 

Walaupun saya pribadi bingung juga, lha di mana korelasinya? Kecuali kalau yang ditampar itu sopirnya Pak Ahok. Hehe... Mungkin yang dimaksud netizen itu adalah kata-kata kasar dan dianggap tidak sopan yang sering keluar dari mulut Ahok, tapi gitu-gitu juga Ahok tidak pernah menganiaya secara fisik orang lain, apalagi sampai menampar sopir angkot. 

Semua orang sepakat bahwa sikap dan kata-kata kasar Ahok itu salah. Ahok seharusnya bisa menjaga etika dan etiket. Etika lebih memuat substansi tentang pertimbangan moral, baik dan salah, atau melakukan sebuah tindakan dengan niat untuk kebenaran. Sementara, etiket lebih kepada tata krama, sopan santun, cara bertutur, dan cara bersikap.

Namun, dalam mengomandani kinerja oknum pemerintahannya yang dianggap tidak memiliki niat memikirkan kepentingan publik, belum lagi menghadapi maling dan begal-begal APBD, Ahok dihadapkan pada pilihan sulit dan harus memilih salah satu diantaranya: etika atau etiket. Dan, Ahok pun memilih etika. 

Ridwan kamil sendiri walaupun membantah dia melakukan aksi penganiayaan seperti apa yang dilaporkan Taufik itu. Tapi seperti yang disarikan dari akun Twitter-nya @ridwankamil, Senin, 21 Maret 2016: "Kalau sama preman yang memaksa-maksa warga kayak gitu, saya pasti kasar. Support kota tertib." 

Bagi pria yang yang pernah digadang-gadang sebagai pesaing Ahok terkuat pada Pilgub DKI 2017 itu, inilah bagian dari risiko menertibkan. Sopir itu menurutnya sudah jelas membawa mobil dan mengangkut penumpang tanpa izin. “...Melanggar aturan dan enggak bawa STNK. Udah sering saya tertibkan baik-baik, tapi bandel wae. Saya harus bagaimana lagi?" ucapnya. 

Baik kata-kata kasar Ahok maupun tindakan kasar Ridwan Kamil itu, dari tinjauan berbagai pakar psikologi, adalah karena dipicu oleh rasa frusrasi pada perilaku sebagian besar masyarakat yang mengabaikan kepentingan publik. Bagi Ahok: maling ya maling, mosok harus dipanggil malaikat. 

Demikian juga bagi Ridwan Kamil, dia akan kasar kepada preman yang memaksa-maksa warga dan mengganggu ketertiban umum. Lha, keduanya mirip dong kalau gitu? Terus kenapa harus dibanding-bandingin...?

"Terima kasih Om Ridwan Kamil. Kamu sudah bantu buktikan kalo Ahok masih cukup sopan kok. Sekasar-kasarnya dia, cuma mulutnya yang tajam. Support RK!" Kata-kata di atas adalah cuitan seorang netizen yang memiliki akun @hariadhi yang saya kutip dari sini dimana netizen tersebut mengomentari kasus tuduhan terhadap Ridwan Kamil yang dilaporkan telah menganiaya seorang sopir angkot. Aya aya wae netizen teh... Walikota Bandung yang dituduh, mulut Ahok dibawa-bawa. Seperti yang diberitakan oleh banyak media, walikota yang sering dipanggil Kang Emil ini dilaporkan Taufik Hidayat, 42 tahun, ke Kepolisian Daerah Jawa Barat atas tuduhan penganiayaan. Kasus bermula saat Taufik, sopir angkot ilegal yang sedang menunggu penumpang di shelter bus di alun-alun Kota Bandung, Jumat, 18 Maret 2016, ditegur oleh Kang Emil. Ketika itu pula lah peristiwa dugaan penamparan terhadap Taufik terjadi. Karuan saja aksi Walikota Bandung ini menuai banyak komentar di medsos. Di antaranya cuitan yang membanding-bandingkan Ridwan Kamil dengan Ahok, Gubernur DKI, di atas. Walaupun saya pribadi bingung juga, lha di mana korelasinya? Kecuali kalau yang ditampar itu sopirnya Pak Ahok. Hehe... Mungkin yang dimaksud netizen itu adalah kata-kata kasar dan dianggap tidak sopan yang sering keluar dari mulut Ahok, tapi gitu-gitu juga Ahok tidak pernah menganiaya secara fisik orang lain, apalagi sampai menampar sopir angkot. Semua orang sepakat bahwa sikap dan kata-kata kasar Ahok itu salah. Ahok seharusnya bisa menjaga etika dan etiket. Etika lebih memuat substansi tentang pertimbangan moral, baik dan salah, atau melakukan sebuah tindakan dengan niat untuk kebenaran. Sementara, etiket lebih kepada tata krama, sopan santun, cara bertutur, dan cara bersikap. Namun, dalam mengomandani kinerja oknum pemerintahannya yang dianggap tidak memiliki niat memikirkan kepentingan publik, belum lagi menghadapi maling dan begal-begal APBD, Ahok dihadapkan pada pilihan sulit dan harus memilih salah satu diantaranya: etika atau etiket. Dan, Ahok pun memilih etika. Ridwan kamil sendiri walaupun membantah dia melakukan aksi penganiayaan seperti apa yang dilaporkan Taufik itu. Tapi seperti yang disarikan dari akun Twitter-nya @ridwankamil, Senin, 21 Maret 2016: "Kalau sama preman yang memaksa-maksa warga kayak gitu, saya pasti kasar. Support kota tertib." Bagi pria yang yang pernah digadang-gadang sebagai pesaing Ahok terkuat pada Pilgub DKI 2017 itu, inilah bagian dari risiko menertibkan. Sopir itu menurutnya sudah jelas membawa mobil dan mengangkut penumpang tanpa izin. “...Melanggar aturan dan enggak bawa STNK. Udah sering saya tertibkan baik-baik, tapi bandel wae. Saya harus bagaimana lagi?" ucapnya. Baik kata-kata kasar Ahok maupun tindakan kasar Ridwan Kamil itu, dari tinjauan berbagai pakar psikologi, adalah karena dipicu oleh rasa frusrasi pada perilaku sebagian besar masyarakat yang mengabaikan kepentingan publik. Bagi Ahok: maling ya maling, mosok harus dipanggil malaikat. Demikian juga bagi Ridwan Kamil, dia akan kasar kepada preman yang memaksa-maksa warga dan mengganggu ketertiban umum. Lha, keduanya mirip dong kalau gitu? Terus kenapa harus dibanding-bandingin...?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/laurairawati/ridwan-kamil-yang-aniaya-sopir-angkot-lha-mulut-ahok-yang-dibawa-bawa_56f040c3c222bdcc0cc02061
"Terima kasih Om Ridwan Kamil. Kamu sudah bantu buktikan kalo Ahok masih cukup sopan kok. Sekasar-kasarnya dia, cuma mulutnya yang tajam. Support RK!" Kata-kata di atas adalah cuitan seorang netizen yang memiliki akun @hariadhi yang saya kutip dari sini dimana netizen tersebut mengomentari kasus tuduhan terhadap Ridwan Kamil yang dilaporkan telah menganiaya seorang sopir angkot. Aya aya wae netizen teh... Walikota Bandung yang dituduh, mulut Ahok dibawa-bawa. Seperti yang diberitakan oleh banyak media, walikota yang sering dipanggil Kang Emil ini dilaporkan Taufik Hidayat, 42 tahun, ke Kepolisian Daerah Jawa Barat atas tuduhan penganiayaan. Kasus bermula saat Taufik, sopir angkot ilegal yang sedang menunggu penumpang di shelter bus di alun-alun Kota Bandung, Jumat, 18 Maret 2016, ditegur oleh Kang Emil. Ketika itu pula lah peristiwa dugaan penamparan terhadap Taufik terjadi. Karuan saja aksi Walikota Bandung ini menuai banyak komentar di medsos. Di antaranya cuitan yang membanding-bandingkan Ridwan Kamil dengan Ahok, Gubernur DKI, di atas. Walaupun saya pribadi bingung juga, lha di mana korelasinya? Kecuali kalau yang ditampar itu sopirnya Pak Ahok. Hehe... Mungkin yang dimaksud netizen itu adalah kata-kata kasar dan dianggap tidak sopan yang sering keluar dari mulut Ahok, tapi gitu-gitu juga Ahok tidak pernah menganiaya secara fisik orang lain, apalagi sampai menampar sopir angkot. Semua orang sepakat bahwa sikap dan kata-kata kasar Ahok itu salah. Ahok seharusnya bisa menjaga etika dan etiket. Etika lebih memuat substansi tentang pertimbangan moral, baik dan salah, atau melakukan sebuah tindakan dengan niat untuk kebenaran. Sementara, etiket lebih kepada tata krama, sopan santun, cara bertutur, dan cara bersikap. Namun, dalam mengomandani kinerja oknum pemerintahannya yang dianggap tidak memiliki niat memikirkan kepentingan publik, belum lagi menghadapi maling dan begal-begal APBD, Ahok dihadapkan pada pilihan sulit dan harus memilih salah satu diantaranya: etika atau etiket. Dan, Ahok pun memilih etika. Ridwan kamil sendiri walaupun membantah dia melakukan aksi penganiayaan seperti apa yang dilaporkan Taufik itu. Tapi seperti yang disarikan dari akun Twitter-nya @ridwankamil, Senin, 21 Maret 2016: "Kalau sama preman yang memaksa-maksa warga kayak gitu, saya pasti kasar. Support kota tertib." Bagi pria yang yang pernah digadang-gadang sebagai pesaing Ahok terkuat pada Pilgub DKI 2017 itu, inilah bagian dari risiko menertibkan. Sopir itu menurutnya sudah jelas membawa mobil dan mengangkut penumpang tanpa izin. “...Melanggar aturan dan enggak bawa STNK. Udah sering saya tertibkan baik-baik, tapi bandel wae. Saya harus bagaimana lagi?" ucapnya. Baik kata-kata kasar Ahok maupun tindakan kasar Ridwan Kamil itu, dari tinjauan berbagai pakar psikologi, adalah karena dipicu oleh rasa frusrasi pada perilaku sebagian besar masyarakat yang mengabaikan kepentingan publik. Bagi Ahok: maling ya maling, mosok harus dipanggil malaikat. Demikian juga bagi Ridwan Kamil, dia akan kasar kepada preman yang memaksa-maksa warga dan mengganggu ketertiban umum. Lha, keduanya mirip dong kalau gitu? Terus kenapa harus dibanding-bandingin...?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/laurairawati/ridwan-kamil-yang-aniaya-sopir-angkot-lha-mulut-ahok-yang-dibawa-bawa_56f040c3c222bdcc0cc02061

Minggu, 20 Maret 2016

MCBerita - Sopir angkot yang dipukul Kang Emil baru sebulan narik omprengan

MCBerita


MCBerita - Kuasa hukum Taufik Hidayat, supir angkot yang melaporkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Kang Emil, atas tamparan dan pemukulan yang dilayangkannya pada Jumat lalu (18/3) lalu, menegaskan bahwa kliennya tersebut bukanlah preman seperti yang dibicarakan oleh Ridwan kamil melalui akun resminya @ridwankamil, Minggu (20/3).


MCBerita
Kang Emil


"Pak Taufik ini bukan preman dia sebelumnya sopir pribadi. Pak Taufik baru narik (omprengan) sebulan, kalau preman (Taufik) maksa-maksa masuk penumpang harusnya yang komplain warga dong? Bukannya pak Ridwan Kamil yang komplain," tegas I Made Agus Redi Yudana kepada merdeka.com melalui sambungan telefon, Minggu (20/3).

Hingga saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan saksi-saki dan bukti-bukti untuk pengungkapan kasus tersebut, termasuk cuitan-cuitan Ridwan Kamil yang telah di posting di akunnya beberapa waktu lalu. "Ini kami lagi capture terus saya kumpulin (cuitan Ridwan Kamil). Saksi-saksinya ada sekitar 5-6 orang karena ditempat umum," ucap Agus.

Untuk diketahui, seorang supir angkot bernama Taufik Hidayat melaporkan Wali Kota Bandung kepada polisi dalam kasus dugaan penganiayaan. Taufik mengaku ditampar Ridwan Kamil sebanyak tiga kali. Terkait kasus tersebut, Ridwan Kamil membantah telah nenampar Taufik Hidayat sebanyak tiga kali melalui akun resminya @ridwankamil, Minggu (20/3).

"Tidak ada pemukulan. Ini ada preman maksa warga masuk mobilnya, kepergok Walikota, mau kabur, saya dadah2 aja gitu?" ucap Ridwan Kamil melalui akun resminya.

Sabtu, 19 Maret 2016

MCBerita - Candi Borobudur dan Prambanan Jadi Ikon Earth Hour 2016 di Indonesia

MCBerita


MCBerita, MAGELANG -  Candi Borobudur dan Candi Prambanan menjadi ikon gerakan Earth Hour 2016 di Indonesia. Selain di dua cagar budaya itu, gerakan ini juga dilaksanakan serentak di 70 ikon yang tersebar di 32 kota di Indonesia, Sabtu (19/3/2016) mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

 
MCBerita
Earth Hour 2016 situs warisan dunia


Earth Hour 2016 merupakan gerakan ke-8 di Indonesia yang digagas oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB), PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan UNESCO.

"Tidak ada ikon world herittage yang lebih kuat daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Itulah mengapa WWF Global memilih dua candi ini menjadi ikon Earth Hour 2016," kata Marketing Director WWF Indonesia Devy Suradji di Borobudur, Sabtu (19/3/2016) malam.

Devy melanjutkan, beberapa ikon di Indonesia yang terpilih menjadi lokasi Earth Hour 2016 di antaranya berupa balai kota, tugu, dan hotel tua. dari Borobudur, penyelenggara ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi nyata mengubah gaya hidup mengurangi emisi gas rumah kaca demi kelestarian bumi.

"Bukan sekadar aksi switch off-switch on Borobudur, namun kita ingin menggerakkan lebih dari itu. Melalui live Periscope di Twitter dengan #iniaksiku #aksimu, kita gaungkan gerakan ini ke seluruh dunia," kata Devy."Dari Candi Borobudur, kita belajar dengan apa yang sudah kita miliki, apa yang kita perjuangkan masa depan," lanjutnya.

Direktur Pemasaran dan Kerja Sama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Ricky SP Siahaan, mengatakan bahwa dua warisan budaya dunia di Jawa Tengah ini tidak lepas dari dampak perubahan iklim.

Oleh karena itu, dua candi ini menjadi bagian dari gerakan Earth Hour untuk turut menyiarkan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai salah satu cara memenuhi komitmen dalam mengurangi emisi gas rumah kaca."Sekecil apa pun perubahan iklim tetap berpengaruh dengan kondisi bebatuan Candi Borobudur dan Prambanan," kata Ricky.

Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur Iskandar M Siregar menyampaikan dukungan atas pelaksanaan Earth Hour 2016 di candi Buddha tersebut. Ia berharap, gerakan ini dapat memberikan kesadaran akan pentingnya pelestarian fisik Candi Borobudur. Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan semangat melestarikan lingkungan atau saujana budaya Borobudur.

"Candi Borobudur dan saujana sekitarnya merupakan integritas yang tidak bisa dipisahkan," ujar dia.Gerakan Earth Hour 2016 dengan tema Global Shine A Light on Climate Action ini dipusatkan di panggung Aksobya Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang.

Sejumlah kegiatan mengawali gerakan ini, antara lain pertunjukan tari tradisional, peluncuran website Go Borobudur, hingga pementasan teater Kera Sakti dari seniman-seniman asal Jepang.

Jumat, 18 Maret 2016

MCBerita - Kisah Sopir Cerita Soal Pilkada DKI

MCBerita


MCBerita, Jakarta -  Hiruk pikuk serta gegap gempita Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI ternyata turut dirasakan oleh Endi (62). Pria yang bekerja sebagai sopir taksi Blue Bird itu berharap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta kembali. Seperti yang diungkapkan oleh Endi kepada kompas.com

MCBerita
Endi (62), seorang sopir taksi yang mendukung pencalonan Basuki Tjahaja Purnama melalui jalur independen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

 

Kamis (17/3/2016) malam kemarin, perbincangan Pilkada DKI dimulai ketika radio menyiarkan berita tentang Ahok. Saat itu, sang penyiar radio membacakan berita Ahok yang akan didukung oleh Partai Hanura. Ia pun langsung bercerita panjang.

"Aduh si Ahok mending (maju) independen dah, enggak ada beban. Kalau dicalonin partai, partai itu penyebar penyakit, ditekan terus sampai selesai jadi gubernur," kata Endi. "Lihat aja tuh Non, partai yang di DPR, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mau dikerdilkan terus. Yang kena sama KPK kan pejabat sama anggota DPR terus, rakyat enggak ada yang kena," keluh Endi.

Selama mengantarkan Kompas.com ke tempat tujuan, Endi tak hentinya berbicara dam mencurahkan pemikirannya. Selain tak mempercayai anggota dewan yang ada di pusat, ia juga sudah tidak percaya dengan anggota DPRD DKI. Ketidakpercayaannya akibat usulan pembelian uninterruptible power supply (UPS) yang mencapai Rp 6 miliar tiap unitnya.

"Gila kan? Masa harga UPS lebih mahal daripada harga bangun sekolah? Uang Tp 6 miliar mah bangun sekolah mewah," papar Endi. "Saya pernah bawa penumpang orang PLN, dengerin radio begini. Dia bilang, 'gila aja enggak ada UPS harganya Rp 6 miliar'. Orang PLN Non, yang ngomong sama saya," kata Endi.

Pria yang sudah sejak tahun 1960 menetap di Mangga Besar, Jakarta Pusat itu mengungkapkan langkah Ahok dengan menghilangkan anggaran UPS membuat beberapa anggota DPRD berang. Akibatnya, Ahok terus "disikut" selama menjabat.

"Apalagi Abraham Lunggana (Wakil Ketua DPRD DKI Lulung) tuh. Ntar dia mau nyalonin (gubernur) lagi, siapa yang mau pilih dia? Ahmad Dhani (musisi) juga mau nyalonin (gubernur) lagi, ngurus keluarga aja kagak rampung-rampung. He-he," kata Endi sambil terus mengemudikan mobilnya.

Puluhan tahun menetap di Jakarta, Endi mengaku merasakan banyak perubahan di masa pemerintahan Ahok. Seperti pelayanan publik yang tidak lagi dipungut uang, banjir yang mulai teratasi, serta kawasan kumuh di Sunter yang semrawut sudah lebih rapi.

"Dulu di Sunter jadi tempat 'biawak' nyarang kali. Fanatik ras suku pasti ada, tapi Ahok kalau enggak kerja, kenapa ratingnya naik terus?" kata Endi. (Baca: Ahok Mantap 100 Persen Maju di Pilkada DKI Melalui Jalur Independen)

"Foke (mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo) saja banjir masih dibilang genangan, kalau belum kena kumisnya dibilang belum banjir. Memang banjir enggak bisa dihindari, cuma banjir yang sekarang lebih cepat surut," tambah Endi. Selain itu, ia merasakan pejabat DKI kini bekerja lebih baik. Sebab, kinerja pejabat selalu dikontrol. Sementara, kata dia, biasanya pejabat bekerja hanya karena tidak ingin kehilangan jabatan.

"Memang di satu sisi, kebijakan Ahok dianggap bejat, kayak PKL (pedagang kaki lima) digusurin. Tapi kalau mau Jakarta rapi, sampai kapan itu dibiarin? Pertama bangun tenda di trotoar, lama-lama triplek, lama-lama tembokan bangunan, taruh tempat tidur lagi," kata Endi tertawa.

Radio di taksinya masih terus menyala. Endi berhenti sejenak ketika akan membayar tol. Kemudian ia kembali berbicara lagi. Kali ini, terkait kekurangan yang dimiliki Ahok.

"Kurangnya Ahok cuma sempral aja ngomongnya. Karena dia bisa dikatakan bukan politikus, tapi orang dagang. Lulung aja ditunjuk-tunjuk terus sama dia, karena dia enggak terikat partai mana-mana. Enak kan," kata Endi. (Baca: Antara Kritik dan Apresiasi Kinerja Ahok Pimpin Jakarta)

Meski demikian, Endi tidak menyerahkan KTP DKI nya kepada "Teman Ahok" untuk mendukung pencalonan Ahok maju melalui jalur independen. Endi mengaku tidak tahu menahu perihal pengumpulan KTP itu. "Kalau mau, datang saja ke rumah saya. Nanti sekeluarga saya kasih KTP semua, tapi nanti balikin lagi ya KTP nya. Ha-ha-ha," kata Endi seraya menghentikan laju kemudinya.

Rabu, 16 Maret 2016

MCBerita - Ahok: Lebih Baik Enggak Jadi Gubernur, tetapi Dipercaya Orang

MCBerita


MCBerita, Jakrta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mengejar jabatan kepala daerah dengan kembali mengikuti Pilkada DKI Jakarta.  ria yang dikenal dengan nama Ahok ini mengaku ikut Pilkada DKI Jakarta 2017 karena kepercayaan masyarakat terhadapnya. 

Mcberita
Ahok bersama Bu Megawati

Ahok pun memutuskan untuk ikut pilkada melalui jalur independen bersama dengan relawannya, Teman Ahok.  Lebih baik enggak jadi gubernur tetapi dipercaya orang daripada jadi gubernur tetapi enggak dipercaya orang. Bukan soal lewat parpol atau tidak, dasar kita kan kepercayaan.

Sama kayak Gerindra, Gerindra mau kepala daerah dipilih DPRD, ini enggak sesuai harapan rakyat," kata Basuki dalam Mata Najwa yang ditayangkan Metro TV, Rabu (16/3/2016) malam. Dalam acara tersebut, Basuki berkali-kali ditanya oleh Najwa Shihab selaku pembawa acara mengenai sejauh mana keyakinannya untuk ikut pilkada melalui jalur independen.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Basuki mengungkapkan bahwa selama ini rakyat sulit percaya adanya pejabat yang jujur dan rela bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat. Atas dasar itu, Basuki tertarik untuk membuktikan masih adanya pejabat yang baik dan bisa diandalkan.

"Jauh lebih penting kepercayaan anak muda agar enggak hilang," tutur Basuki. Dia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tentang keputusannya maju lewat jalur independen.
Menurut Basuki, Megawati sempat sanksi akan keputusannya untuk ikut pilkada melalui jalur non-partai. Kendati demikian, lanjut Basuki, Megawati dapat menerima alasannya. "Saya sudah bilang ke Bu Mega, 'Begini saja, Bu, saya putuskan ikut Teman Ahok dengan segala risiko.

Kata Ibu, enggak gampang lho, bisa dibatalin (pencalonannya). Saya bilang kalau saya enggak bisa ikut, PDI-P enggak dukung enggak apa-apa, saya akan kampanye dukung Pak Djarot kalau dia diusung," ujar Basuki.

Selasa, 15 Maret 2016

MCBerita - KPK Sindir Lulung yang Enggan Lapor Harta

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyindir pimpinan DPRD DKI Jakartaa Abraham Lunggana alias Lulung yang enggan melaporkan harta kekayaannya. Sebagai legislator pembuat aturan, Lulung wajib ikut membuka jumlah dan jenis hartanya ke publik. 

MCBerita
KPK


"Intinya kalau legislator itu kan law maker pembuat undang-undang atau Perda, ya itu namanya ikut ngatur negara, kalau bukan pejabat negara mana bisa ngatur negara," kata Saut ketika dikonfirmasi, Selasa (15/3). Menurut Saut, selama ini anggota DPRD di wilayah lain juga ikut melapor. Alasan Lulung yang enggan melapor lantaran bukan pejabat negara pun dipertanyakan. 

"Memang terdapat penilaan bawah DPRD tidak pejabat negara, itu bisa didebat. Tapi di beberapa daerah ada yang patuh lapor harta. Saya tidak ingat," katanya. Sementara Lulung sebelumnya mengatakan dirinya bukanlah pejabat negara, dirinya mengaku wakil rakyat. 

Aku ini wakil rakyat bukan pejabat negara, yang wajib kan pejabat negara," katanya kepada awak media. Menurut aturan, mereka yang wajib melapor adalah penyelenggara negara. Dalam UU nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, penyelenggara ini harus bersedia diperiksa kekayaannya sebelum, selama dan sesudah menjabat, dan wajib mengumumkan dan melaporkan kekayaannya saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi dan pensiun. 

Jika tidak, akan ada sanksi administrasi seperti diatur dalam Pasal 20 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999. Merujuk data di laman acch.kpk.go.id, pada 2015, anggota legislatif mulai dari DPRD hingga DPR yang wajib melaporkan hartanya sebanyak 13.325 orang. Namun hingga kini hanyak 3.637 anggota dewan yang melapor. Artinya, ada 72,27 persen yang belum menunaikan kewajibannya.

Sementara itu, pada tahun sebelumnya, jumlah wajib lapor dari kalangan legislatif yakni 10.231 orang namun hanya sebanyak 2.879 yang menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Senin, 14 Maret 2016

MCBerita - Usai Minum Kopi, Suparmin Kejang-kejang Lalu Mati

MCBerita


MCBerita, TulungAgung - Suparmin (50) seorang pria tewas usai minum secangkir kopi di sebuah warung kopi Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/3/2016). Sebelum tewas korban sempat mengalami kejang-kejang. 


MCBerita
Kopi

Untuk memastikan penyebab kematian Suparmin polisi mengamankan sisa kopi dan membawa korban ke rumah sakit guna dilakukan autopsi. Sebelumnya warga Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur ini meminum kopi di warung kopi milik Sugiarti di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru Tulungagung.

Anak korban tak henti hentinya menangis saat melihat jasad ayahnya tertutup kain putih di atas kursi  karena tidak menduga jika ayahnya meninggal seperti ini. Tim inafis Polres Tulungagung langsung melakukan olah TKP dan memeriksa Sugiarti pemilik warkop. 

Dari pengakuan pemilik, korban baru pertama kali datang ke warung kopi miliknya. Ketika Suparmin baru menyeruput kopi setengah cangkir tiba -tiba mengalami kejang-kejang dan terjatuh dari kursinya. Dirinya langsung meminta bantuan orang di sekitar namun nyawanya sudah tidak tertolong.

Sementara itu Kapolsek Ngantru AKP Sukur mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Karena ditubuh korban tidak ditemukan luka akibat kekerasan.

“Untuk memastikan penyebab kematian korban jasad Suparmin dibawa ker Rumah Sakit Umum dokter Iskak Tulungagung guna dilakukan autopsi. Saat ini kita telah melakukan olah tempat kejadian perkara di warung kopi dan mengambil sisa minuman yang masih ada sudah diamankan petugas,” kata Kapolsek. 

Minggu, 13 Maret 2016

MCBerita - Dukungan NasDem Terhadap Ahok Tak Tergoyahkan

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Parta Nasional Demokrat atau Nasdem Enggartiasto Lukita menyatakan, untuk DKI Jakarta pihaknya melihat Gubenur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah satu-satunya sosok yang pantas menjabat kembali sebagai Gubernur.

 

MCBerita
Surya Paloh

"DKI sudah fiks, Ahok-lah yang akan kami dukung. Kami targetkan menang," katanya di kantor DPP Pusat Nasdem, Jakarta Pusat, Senin (7/3). Dukungan NasDem terhadap Ahok tak tergoyahkan, karena mantan Bupati Belitung Timur itu memiliki elektabilitas yang kuat dan popularitas yang tidak diragukan lagi.

NasDem juga siap mendukung setiap keputusan Ahok untuk maju sebagai calon independent atau maju dengan menunggang parpol lain. "Itu keputusan pak Ahok, bagaimana nantinya beliau mengambil keputusan kami tetap dukung," ujarnya.

Meski demikian, Enggar enggan berkomentar terkait PDI Perjuangan yang sampai saat ini belum mengambil keputusan terkait pinangannya. "Mengenai PDI Perjuangan yang belum mengambil keputusan, itu menjadi urusan internal Pak Ahok dan PDI Perjuangan," katanya.

Ketua Garda Muda NasDem Martin Manurung menambahkan, saat ini kantor DPP partai Nasdem sudah siap sebagai posko pengumpulan surat dukungan calon gubernur Jakarta untuk Ahok. "Kami siap membantu Teman Ahok, kami juga senantiasa berkomunikasi dan sharing terkait pengumpulan suara," ujarnya.

Selain itu, NasDem juga membentuk kelompok yang dinamakan Muda-Mudi Ahok. "sudah beberapa pekan ini bekerja untuk membantu teman Ahok juga," katanya.

Sabtu, 12 Maret 2016

MCBerita - Inikah Calon Yang akan Diusung Pilgub mendatang..?

MCBerita


MCBerita - Sewaktu masih menjabat sebagai anggota Komisi I DPR, Menpora Roy Suryo diberitakan tidak sedap. Roy diketahui sedang tidur saat rapat paripurna pembahasan kenaikan harga BBM subsidi April 2012.

 

Roy Suryo saat mnejabat anggota Komisi I DPR





MCBerita
MCBerita
selfie
Kandidat ini di ketahui akan di usung oleh salah satu parpol untuk menjadi Cagub sekaligus untuk menantang lawanya di Pilgub 2017 mendatang. namun sangat disayangkan apakah kwalitas seperti ini kah yang dipilih oleh salah satu parpol. karena Rakyat membutuhkan sesosok Cagub yang benar-benar serius dalam menangani berbagai masalah yang ada di Jakarta.

Yang di takutkan, hal ini yang akan membuat masyarakat khususnya warga Jakarta menilai parpol-parpol yang sekarang ini sangat memprihatinkan dalam mengajukan Calon-calon terbaiknya. sehingga secara tidak langsung membuktikan kalau parpol kurang serius dalam memilih Calon nya untuk dipilih Rakyat nantinya.

 Roy mengakui dirinya tidur. Namun dia menjelaskan kalau dirinya tidur saat skorsing rapat. "Banyak yang istirahat juga dalam ruangan saat itu. Tapi ya tidak apa-apa kalau memang hanya saya yang disorot.

Jumat, 11 Maret 2016

MCBerita - Wartawan Dikeroyok dan Dirampok Waria di Jembatan Pesing Jakbar

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Muslim Abdul Rahman, seorang wartawan media nasional menjadi korban perampokan sekelompok waria di Jembatan Pesing, Jakarta Barat. Para penyerang itu juga membawa senjata tajam saat merampok korban.

 

MCBerita
Ilustrasi
"Iya, informasi kejadian itu benar. Tapi yang menangani Polres Tanjung Duren," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Tosriadi Jamal saat dikonfirmasi salah satu media melalui sambungan telepon, Jumat (11/3/2016).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi saat Muslim melintasi kawasan Jalan Tubagus Angke, Jembatan Pesing, Jakarta Barat, Jumat (11/3/2016) sekitar pukul 19.41 WIB malam. Muslim yang berhenti untuk buang air kecil tiba-tiba didatangi oleh seorang pria dan dua waria.

Waria itu kemudian mencoba memaksa Muslim untuk berhubungan badan, namun ditolak oleh korban. Mendapat penolakan, pria teman pelaku langsung memukul korban. Tidak cukup sampai di situ, si waria juga mengambil kayu dan menggunakannya untuk memukul korban.
Korban sempat melawan dengan balas memukul tapi kalah karena dikeroyok oleh tiga orang. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka ditubuhnya. Pelaku sempat mengambil tas dan HP korban, namun kemudian dikembalikan. Uang korban senilai Rp 500 ribu diambil oleh pelaku.

Kasus ini ditangani oleh Polsek Tanjung Duren. beberapa media mencoba menghubungi ponsel Kapolsek Tanjung Duren Kompol Rokhmad Hadi Purnomo namun belum direspons.


Kamis, 10 Maret 2016

MCBerita - DPR Dorong TNI Jadi Garda Terdepan Dalam Penangann Teroris dan Narkoba

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Komisi I DPR mengusulkan TNI menjadi garda terdepan dalam penanganan teroris dan narkoba. Hal itu berkaca dari perkembangan di negara-negara maju. "Terorisme, separatisme, narkoba dan seterusnya yang oleh banyak negara, mereka telah menggunakan militer untuk menghadapinya," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim, Kamis (10/3/2016).


MCBerita
TNI
Komisi I DPR mengingatkan jajaran TNI tentang amanat Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) TNI untuk melakukan operasi militer selain 14 jenis kegiatan di antaranya terorisme dan separatisme. "Tapi sampai sekarang regulasi yang ada belum memberikan pintu masuk melibatkan TNI secara luas untuk menghadapi operasi militer selain perang yang seperti tadi saya sudah katakan. 
Perang sekarang ini sifatnya proxy (perang proksi)," kata Mahfudz. Menurut dia, persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia meminta agar TNI secepatnya menyusun rencana anggaran. "KSAD untuk mulai menyusun rencana kekuatan TNI untuk melaksanakan operasi militer selain perang," tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi I DPR Zainuddin Amali berpendapat penanganan terorisme oleh TNI dimaknai dalam penjaringan informasi sehingga kekuatan Polri bisa ditambahkan. "Ya cuma harus proporsional sehingga HAM tetap terjaga, kita aktif. Tapi tetap menjaga HAM," tutur Zaenuddin.
Selain itu, kata dia, kekuatan TNI dapat digunakan dalam pendeteksian. "Secara proporsional, mereka dilibatkan dari awal. Mereka punya intel jangan sudah terjadi baru. Kita setuju bahkan pendeteksian dini. Boleh deteksi, boleh curiga tapi tidak boleh langgar HAM," ujar dia. 

Rabu, 09 Maret 2016

MCBerita - Perampok Emas 1 Kg Tertangkap Massa

MCBerita


MCBerita, Ponorogo  - Seorang pelaku perampokan emas satu kilogram ditangkap dan dipukuli massa, di Ponorogo, Jawa Timur. Akibat aksi main hakim sendiri itu, pelaku mengalami luka parah dan kondisinya kritis. 


MCBerita
Perampok Tertangkap di Ponorogo

Tak hanya pelaku, satu orang korban juga terluka akibat sabetan parang milik pelaku. Pelaku diketahui bernama Sudi (56), warga Sampang, Madura. Kondisinya kritis, kepala dan sekujur tubuhnya mengalami luka. Saat dibawa ke ruang ICU RSUD Ponorogo, Sudi tampak teriak kesakitan.

Dalam aksinya, Sudi cukup sadis. Dia tidak segan melukai korbannya. Dengan kejam, dia membacok korbannya yang diketahui bernama Dentar. Akibat luka bacok di tangan itu, Dentar terpaksa harus menjalani perawatan di Puskesmas Jetis.

 Korban dibacok saat Dentar bersama ibunya Lisa Susanti baru pulang dari berjualan emas di pasar. 
 Saat itu, keduanya membawa uang tunai dan emas sekitar satu kilogram dengan nilai mencapai Rp500 juta. Setibanya di rumah, korban langsung memarkir mobilnya.

Tiba-tiba, empat pelaku yang membuntutinya berhenti di depan rumah korban. Seorang pelaku langsung turun dan mendekati mobil. Tanpa banyak basa basi, pelaku langsung merebut tas berisi emas yang dibawa Bentar. Berhasil mendapat emas, pelaku berusaha kabur. 

Saat pelaku kabur, Dentar berteriak-teriak dan mengejar pelaku. Warga di sekitar lokasi yang mendengar langsung ikut mengejar pelaku. Satu pelaku berhasil ditangkap, setelah berkelahi dengan korban. Seedang tiga lainnya kabur.
 Pelaku yang tertangkap lalu mengeluarkan parang dan berusaha melawan massa. Melihat pelaku melawan, massa kian emosi dan memukuli pelaku tanpa ampun. Warga pun mengambil alat seadanya seperti kayu dan batu bata untuk menghajar pelaku. 

 Saat ini, pelaku masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara korban masih dirawat di puskemas. Sedang korban Lisa Susanti masih dimintai keterangan. Polisi juga masih mengejar tiga pelaku lain yang melarikan diri.

Selasa, 08 Maret 2016

MCBerita - Nasdem Bentuk Tim Bantu Ahok

MCBerita


 MCBerita - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) resmi membentuk tim dinamai Muda Mudi Ahok, yang bertujuan untuk membantu Teman Ahok dalam mengumpulkan satu juta KTP dukungan kepada calon incumbent Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk berlaga di Pilkada DKI 2017 mendatang.

 

MCBerita
partai Nasdem
Teman Ahok adalah jaringan sukarelawan yang telah mengumpulkan kartu tanda penduduk untuk mengusung Ahok dari jalur independen. "Kita bentuk tim Muda Mudi Ahok, untuk membantu teman Ahok mengumpulkan satu juta KTP.

Kami siap mengatakan kepada Pak Ahok 'you will never walk alone',"ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem, Enggartiasto Lukita, di DPP Nasdem, Jakarta, Senin, 7 Maret 2016. Sebelumnya partai Nasdem telah resmi menyatakan dukungannya kepada Ahok, baik melalui independen maupun parpol.

Untuk itulah, lanjut Enggar,  Nasdem membantu mengumpulkan satu juta KTP sebagai syarat maju dari jalur independen. "Kami memberikan dukungan tanpa syarat, apakah beliau akan independen, kami dukung, ataukah parpol, kami usung juga," tambahnya.

 Seperti diketahui, Ahok akhirnya memutuskan untuk maju dari jalur independen di Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.Keputusan itu diambil setelah komunitasrelawan pendukungnya, 'Teman Ahok', menemuinya secara langsung di rumahnya pada Minggu malam, 6 Maret 2016.

"Teman Ahok jujur saja, Amalia cs (pendiri Teman Ahok Amalia Ayuningtyas), mereka datang ke rumah bawalawyersegala macam sampai hampir jam 22.30 WIB," ujar Ahok. Ahok mengaku diminta relawan Teman Ahok membuat keputusan tegas terkait pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

 Sebab, komunitas relawan yang terbentuk saat Kisruh APBD DKI tahun 2015 itu membutuhkan waktu untuk membuat 770.867 lembar fotokopi KartuTanda Penduduk (KTP) DKI yang terkumpul bisa digunakan Ahok mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI sebagai kandidat independen.

Senin, 07 Maret 2016

MCBerita - Gerebek Pengedar Sabu, Polisi Tak Menahannya

MCBerita


MCBerita, Surabaya - Polisi menggerebek rumah seorang pengedar narkoba di Jalan Banyu Urip Kidul VII. Tujuh poket sabu yang disimpan di bawah bantal diamankan. Namun polisi tak menahan pengedar barang haram tersebut.

MCBerita
Rumah Seorang pengedar narkoba


Pengedar itu adalah Yulianti. Polisi tak menahan perempuan yang disapa Yuli itu karena kondisinya yang sakit. Yuli menderita gagal ginjal dengan selang oksigen menancap di hidungnya. Dia hanya menjalani rawat inap di rumah dan praktis hanya terbaring di atas tempat tidur.

"Tersangka tidak kami tahan karena kondisinya yang sakit. Namun kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan," ujar Kasubnit Idik I Satreskoba Polrestabes Surabaya Ipda Made S Gutawa kepada wartawan di lokasi, Senin (7/3/2016).

Tak ada perlawanan sama sekali saat polisi datang ke gang sempit tempat Yuli tinggal. Yuli hanya bisa pasrah dan menangis. Yuli tinggal cukup memprihatinkan di sebuah kamar seukuran 5x4 meter yang bertumpuk dengan barang rumah tangga. Yuli tinggal bersama dua anaknya dan ibunya.

"Tersangka menjadi pengedar narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena ditinggal suaminya. Selain itu juga untuk biaya pengobatan," lanjut Made. Perempuan 29 tahun itu memang tak bisa banyak keluar rumah karena kondisinya.

Dia hanya mengaku dititipi sabu oleh seseorang. Sabu yang dititipkan kepadanya nantinya ada yang mengambil. Dari situlah Yuli mendapatkan upah. Penggerebekan tersebut menjadi tontonan warga. Gang sempit tersebut dipenuhi warga yang hanya ingin melihat apa yang sedang terjadi.

Minggu, 06 Maret 2016

MCBerita - Takut Mati, Pencuri Kelapa Sawit Pembunuh Brimob Menyerahkan Diri

MCBerita


MCBerita, Jakarta - Seorang pelaku pencurian sawit di perkebunan milik PT SAK yang mengakibatkan tewasnya 2 anggota Brimob Polda Sumbar, menyerahkan diri ke aparat Polsek Bogor Timur. Pelaku menyerahkan diri setelah sebelumnya berencana pulang ke kampungnya di Padang, Sumatera Barat.


MCBerita
pecuri kelapa sawit.

"Pelaku menyerahkan diri ke Pospol di Terminal Baranangsiang, Bogor Timur pada Jumat (4/3). Tadinya dia mau pulang kampung," ujar Kapolsek Bogor Timur Kompol Didik Purwanto kepada detikcom, Minggu (6/3/2016).

Didik menjelaskan, tersangka bernama Juma'ardi ini awalnya berniat ke Terminal Baranangsiang, pada Jumat pagi itu. Ia sudah membawa tas berisi pakaian serta tiket bus untuk pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat. "Tetapi entah kenapa, dia kemudian pergi ke Pospol terminal.

Di depan pospol dia mondar-mandir sehingga anggota curiga, kemudian bertanya kepadanya 'ada apa mondar-mandir'," ungkapnya. Setelah berada di dalam Pospol, tanpa basa-basi, Juma'ardi langsung mengakui perbuatannya telah mencuri sawit di perkebunan milik PT SAK pada tanggal 24 Januari 2016 lalu. Kepada petugas di Pospol, ia meminta ampunan.

 "Pak saya mau mengaku, saya takut mati. Saya mau mengaku saja dari pada mati, saya mau nebus dosa," Didik menirukan pengakuan pelaku. Setelah memberikan penjelasan singkat, pelaku kemudian dibawa ke Polsek Bogor Timur. Di situ dia diinterogasi kembali perihal pengakuannya itu.

"Kemudian pelaku ini mengaku awalnya ada 7 orang yang mencuri sawit di PT SAK. Kemudian dia mengaku saat itu dia diinstruksikan oleh orang dalam perusahaan bahwa akan ada Brimob patroli, sehingga mereka disuruh keluar, disuruh kabur maksudnya," jelasnya.

Pelaku mengungkap, saat itu ada sekitar 3-4 truk yang beriringan keluar dari perkebunan sawit mengangkut mereka. Juma'ardi sendiri mengaku ada di truk kedua dan duduk di samping sopir. "Dalam perjalanan di kebun sawit ini, ketemu papasan sama Brimob yang sedang patroli itu kemudian dihentikan. 

Truk pertama berhenti, kemudian waktu anggota Brimob mau nyamperin, entah gimana ceritanya truk pertama maju terus dia di truk kedua mengikuti, lalu dua anggota Brimob yang ditabrak itu ditinggal," paparnya. Setelah di perbatasan, Juma'ardi dan rekan-rekannya melarikan diri. Juma'ardi kemudian pergi ke Dramaga, Bogor untuk menemui istrinya. 

Sementara dua temannya terlebih dahulu ditangkap dan ditembak mati dan satu lagi ditangkap hidup-hidup.
"Entah gimana ceritanya, tersangka Jum ini waktu mau balik lagi ke Sumatera, dia sudah beli tiket bus di Baranangsiang Jumat sore dan sudah mau naik bus. Tapi entah ceritanya gimana mungkin ketakutan atau merasa dosa minta ampun 'saya mau hidup' mondar-mandir di depan pos langsung menyerahkan diri dan mengaku," paparnya.

Setelah mendapatkan keterangan pelaku, Polsek Bogor Timur kemudian menghubungi Polres Dharmasraya, Polda Sumbar. Dua anggota Polres Dharmasraya kemudian menjemputnya pada Sabtu (5/3) kemarin. 

Brigadir Nanang Hermansyah dan Brigadir Anasril, anggota Brimob dari Kesatuan Padang Panjang, Sumatera Barat ditemukan tewas setelah ditabrak pencuri di perkebunan sawit PT SAK di Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, pada Minggu (24/1) pagi lalu. Dua pucuk senjata api laras panjang milik keduanya juga hancur setelah digilas truk.

Sabtu, 05 Maret 2016

MCBerita - Makanan Tinggi Protein Bisa Bikin Cepat Kenyang

MCBerita


MCBerita - Ketika seseorang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan, makanan tinggi protein sering disarankan karena dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Hal itu telah dibuktikan dalam studi dan orang-orang sudah merasakannya sendiri.

 

MCBerita
Makanan protein

Akan tetapi apa yang membuat protein lebih bisa membuat perut lebih kenyang dibandingkan nutrisi lain? Studi di jurnal Cell mengungkap penyebabnya adalah karena protein efektif menghalangi saraf mu-opioid receptor (MOR) di perut yang mengirim sinyal lapar dan kenyang ke otak.

 Lewat saraf MOR tubuh berkomunikasi dengan otak memberitahu kapan saatnya makan dan kapan harus berhenti. Ketika saraf MOR di perut terstimulasi maka ia akan mengirim sinyal yang mendorong seseorang untuk terus makan sampai saraf tertutup atau terhalangi, dan saat itulah seseorang akan merasa kenyang.

Protein bernama peptida dalam hal ini efektif untuk menutup MOR.  Dikutip dari LiveScience, Sabtu (5/3/2016), Direktur Kesehatan Masyarakat Purdue University Richard D. Mattes punya saran bila seseorang ingin menggunakan efek kenyang ini untuk berdiet menurunkan berat badan maka manfaatkanlah saat jam makan.

 Tambah porsi makanan sumber protein seperti telur, daging, kacang-kacangan, dan produk susu dalam tiap porsi makan untuk menghambat rasa lapar. Menurut Mattes bahkan penambahan porsi protein yang sedikit saja sudah cukup membantu.

Jumat, 04 Maret 2016

MCBerita - Gagalkan Pengiriman 20.000 Potong seragam ISIS Dari Spanyol

MCBerita


MCBerita, Valencia - Aparat keamanan Spanyol menggagalkan upaya pengiriman 20.000 potong seragam kamuflase untuk anggota kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok Jabhat al-Nusra yang terkait dengan Al Qaeda.


20.000 potong seragam kamuflase yang semula akan dikirimkan kepada kelompok teroris ISIS di wilayah Irak dan Suriah, digagalkan oleh aparat keamanan Spanyol.

Ribuan pakaian tersebut disimpan dalam kontainer-kontainer yang akan dikirim ke wilayah-wilayah yang memang dikuasai oleh ISIS dan kelompok Jabhat al- Nusra yang terafiliasi dengan AI Qaeda, di Irak dan Suriah. merupakan jumlah yang sungguh banyak skala yang akan dikirim tersebut.

Selain itu, tujuh orang yang diduga memberikan dukungan keuangan dan logistik kepada kedua kelompok teroris tersebut pun ikut ditangkap. Demikian Mentri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Daiz memberikan penjelasannya.

Seperti diberitakan di laman CNN, Jumat (4/3/2016). keberadaan ribuan seragam itu terungkap dalam sebuah operasi yang menggiring aparat kepolisian kepada sebuah jaringan organisasi bisnis. organisasi itu selama ini menyalurkan logistik kepada ISIS dan juga Jabhat al-Nusra.

Dia mengatakan, barang-barang yang tersembunyi di dalam kontainer itu disebut dalam kontainer itu disebut dalam dokumen pengiriman sebagai paket pakaian bekas. mereka juga menyimpan pakaian-pakaian itu di antara baju-baju dan barang lain di dalam kontainer.

Diduga, trik itu mereka pilih untuk menghindari kecurigaan saat ada pemeriksaan dari aparat Bea dan Cukai. Aparat kepolisian Spanyol pun telah menunjukan foto paket seragam motif kamuflase yang dibungkus dalam sebuah bundel besar.

Sebanyak dua dari tiga kontainer itu ditemukan di Pelabuhan Valencia, dan satu lainnya terungkap di Algeciras, dalam operasi yang berlangsung pada 7 Februari lalu.

Kamis, 03 Maret 2016

MCBerita - Bocah 7 tahun Urus Sendiri Kakek Dan Neneknya

MCBerita


MCBerita, BEIJING - Satu lagi kisah memilukan soal seorang anak kecil yang menjadi dewasa sebelum waktunya, karena berbagai kemalangan dalam hidupnya.  Semua itu karena berbagai kemalangan yang menimpanya secara beruntun. Tahun lalu, ayah Miaomiao tewas akibat kecelakaan lalu lintas.


MCBerita
Miaomiao (7) harus melakukan pekerjaan rumah tangga di kediaman kakek dan neneknya, Semua dilakukan setelah sang ayah meninggal dunia dan ibunya kabur begitu saja.

Tak lama setelah sang ayah tiada, ibu Miaomiao pergi meninggalkan bocah itu dan tidak terdengar lagi kabarnya. Alhasil, si kecil Miaomiao kini tinggal bersama kakek dan neneknya yang sakit-sakitan. Tak pelak bocah itu kini menjadi perawat kedua orang lanjut usia tersebut.

 Di kediamannya, Miaomiao mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah tangga. Dia membantu kakek neneknya mengupas kentang, mencuci piring dan menyapu jalan di depan kediaman mereka. Situasi semakin pelik karena sang nenek menderita gangguan mental dan kesulitan menggunakan tangan kanannya. Demikian dikabarkan harian China Daily.

Sementara sang kakek menderita kelainan kulit langka yang membuat dia tak boleh terlalu banyak terkena air terutama di musim dingin. Hebatnya, meski hidup dalam kesulitan dan harus menanggung tanggung jawab yang besar, Miaomiao masih bisa bersekolah dengan prestasi yang tak buruk. 

Dan kisah Miaomiao bukanlah kisah satu-satunya yang mengalami nasib yang memilukan masih banyak lagi anak yang masih berusia tersebut juga mengalami hal serupa. dunia di jaman sekarang khususnya para orangtua sangat memprihatikan. tega meninggalkan anak buah hatinya untuk menjalani kehidupan nya sendiri yang seharusnya belum tepat waktunya.