MCBerita
MCBerita, Sidrap - Maming (45), Warga Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan tewas dengan luka bacok di sekujur tubuh. Pria bertato itu meregang nyawa oleh seorang wanita yang hendak diperkosanya Yakni RM (24), yang juga bekerja sebagai sales kosmetik, Selasa (29/3/2016).
![]() | |
| Ilustrasi |
Di depan penyidik, pelaku menuturkan peristiwa itu
bermula saat dirinya menerima pesan singkat melalui short massage
service (SMS) dari korban yang menyinggung perasaannya."SMS saya
terima tengah malam. Saya diajak oleh dia (korban) untuk berhubungan
badan.
Saat saya tolak, malah dituduh sebagai perempuan nakal dan
menghina keluarga saya. Itu yang tidak bisa saya terima," katanya Meski
sempat dilarang oleh orang tuanya, pelaku kemudian berupaya menemui
korban yang tinggal di Kompleks SPP NEG Snagma 1 Kulo, untuk
mempertanyakan pesan singkat yang dikirim korban padanya.
Bukannya mendapat jawaban, pelaku justru mendapat pelakuan tidak senonoh dari korban.
"Saya dipeluk pelaku. Juga diraba dan hendak memperkosa saya. Saya memberontak dan berusaha melawan," akunya.
Saat itulah, kata pelaku, tanpa sengaja dia mendapat parang panjang milik korban dan langsung mengarahkan ke korban hingga berkali-kali. Korbanpun tewas di lokasi kejadian. "Saya pulang ke rumah setelah kejadian itu dan kemudian menyerahkan diri ke polisi," jelasnya.
Sementara, Halimah ibu pelaku mengaku sempat mencegat putri sulungnya itu saat akan mendatangi korban. Tapi tidak dihiraukan oleh pelaku. Namun Halimah tidak menyalahkan putrinya karena pelaku sudah kerap memperlakukan anaknya itu secara tidak sopan.
"Anak kami itu (pelakul) tulang punggung. Dia banyak membantu karena kami hanya menggantungkan hidup dari hasil berkebun. Mungkin karena tiap hari anak kami pergi jualan kosmetik sehingga dianggap perempuan tidak benar," ujarnya.
Terpisah, Kapolres AKBP Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata mengatakan, pelaku telah ditahan pihaknya. Sementara keluarganya yang tinggal di rumah kebun tak jauh dari kediaman korban, ikut diamankan untuk menghindari amuk keluarga korban.
"Motifnya sementara sesuai keterangan pelaku yang mengaku menghabisi korban lantaran merasa terancam dan hendak diperkosa oleh korban. Tapi masih tetap kita dalami," pungkasnya.
Bukannya mendapat jawaban, pelaku justru mendapat pelakuan tidak senonoh dari korban.
"Saya dipeluk pelaku. Juga diraba dan hendak memperkosa saya. Saya memberontak dan berusaha melawan," akunya.
Saat itulah, kata pelaku, tanpa sengaja dia mendapat parang panjang milik korban dan langsung mengarahkan ke korban hingga berkali-kali. Korbanpun tewas di lokasi kejadian. "Saya pulang ke rumah setelah kejadian itu dan kemudian menyerahkan diri ke polisi," jelasnya.
Sementara, Halimah ibu pelaku mengaku sempat mencegat putri sulungnya itu saat akan mendatangi korban. Tapi tidak dihiraukan oleh pelaku. Namun Halimah tidak menyalahkan putrinya karena pelaku sudah kerap memperlakukan anaknya itu secara tidak sopan.
"Anak kami itu (pelakul) tulang punggung. Dia banyak membantu karena kami hanya menggantungkan hidup dari hasil berkebun. Mungkin karena tiap hari anak kami pergi jualan kosmetik sehingga dianggap perempuan tidak benar," ujarnya.
Terpisah, Kapolres AKBP Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata mengatakan, pelaku telah ditahan pihaknya. Sementara keluarganya yang tinggal di rumah kebun tak jauh dari kediaman korban, ikut diamankan untuk menghindari amuk keluarga korban.
"Motifnya sementara sesuai keterangan pelaku yang mengaku menghabisi korban lantaran merasa terancam dan hendak diperkosa oleh korban. Tapi masih tetap kita dalami," pungkasnya.







0 komentar:
Posting Komentar